Your Mind is A Battlefield

Judul blog ini adalah judul buku yang sedang saya baca. Karangan Joyce Meyer, salah satu pendeta besar di Amerika.

Setiap bab akan saya buat resensinya dan juga respon saya atas bab yang bersangkutan. happy reading!

GBU.

Push Up

Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang
mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat.
Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap
siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr.
Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya,
ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya
sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik
mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara
serius.

Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang
bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke
seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia
disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan
ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.

Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang
setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "Berapa push up yang
bisa kamu lakukan?" Steve menjawab, "Saya melakukan sekitar 200 setiap
malam." "200?  Lumayan itu, Steve," Dr. Christianson melanjutkan. "Apakah
kamu dapat melakukan 300?" Steve menjawab, "Saya tidak tahu. Saya tidak
pernah melakukan 300  sekaligus." "Apakah kamu pikir kamu dapat
melakukannya? " tanya Dr.Christianson. "Ok, saya bisa coba," jawab Steve.

"Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk
melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya
300. Dapatkah kamu melakukannya? " tanya sang profesor. Steve menjawab,
"Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. " Dr
Christianson berkata, "Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk
melakukannya Jumat ini." Dr Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang
ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan
kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar
donut. Bukan donut yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di
tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan
kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka
setelah pesta di kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah
kamu mau salah satu dari donut ini?" Cynthia menjawab, "Ya". Dr.
Christianson lalu berpaling kepada Steve, "Steve, apakah kamu mau
melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?" "Tentu
saja!" Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push
up
. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu
donut di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah
kamu mau suatu donut?" Joe berkata, "Ya." Dr. Christianson bertanya,
"Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan
donutnya?"

Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donutnya. Begitulah
selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk
setiap orang sebelum mereka mendapatkan donut mereka. Di baris yang kedua,
Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan
fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya
banyak teman wanita.

Saat profesor bertanya, "Scott apakah kamu mau donut?" Jawaban Scott
adalah, "Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?" Dr.
Christianson berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya. " Lalu Scott
berkata, "Kalau begitu, saya tidak mau donutnya." Dr. Christianson
mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, "Steve, apakah
kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donut yang tidak
ia kehendaki?" Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10
push up. Scott berteriak, "HEI! Saya sudah berkata, saya tidak
menginginkannya! " Dr Christianson berkata, "Lihat di sini! Ini kelas saya
dan semuanya ini donut saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak
menginginkannya. " Ia lalu menempatkan satu donut di atas meja Scott.

Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia
hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat
duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga.
Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr Christianson bertanya kepada
Jenny, "Jenny, apakah kamu mengingikan donut ini?" Dengan tegas Jenny
menjawab, "Tidak." Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, "Steve, maukah
kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donut yang
tidak ia mau?"

Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donut. Ruang sudah
mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai
berkata,"Tidak! " dan semua donut dibiarkan di atas meja tanpa ada yang
memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap
terus melakukan push up untuk setiap donut itu. Lantai tempat ia melakukan
push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.Dr
Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang
suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk  memastikan
bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donut
karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya
.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa
siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka
duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa
sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr.
Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai
ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih
banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr.
Christianson, "Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push
up yang saya lakukan?" Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata,
"Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan
apa saja yang kamu mau." Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang
selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai
mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas
berteriak serentak, "JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!"
Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat
kepalanya dan berkata, "Tidak, biarkan dia masuk."

Professor Christianson berkata, "Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu
harus melakukan 10 push up untuk dia?"

Steve berkata, "Ya, biarkan dia masuk. Berikan donut kepadanya."
Dr.Christianson berkata, "Ok Steve. Jason, kamu mau donut?" Jason yang
baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, "Ya, tentu saja,
berikan saya  donut."

Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah.
Jason yang kebingungan diberikan satu donut. Dr. Christianson sudah
selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas
lain yang duduk di tangga.

Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat
dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran,
dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata
setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa
perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, "Linda, apakah kamu mau donut?" Linda
dengan sedih berkata, "Tidak, terima kasih"

Professor Christianson dengan perlahan bertanya, "Steve, maukah kamu
melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donut yang tidak ia
mau?" Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan
push-up untuk Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang
terakhir,Susan. "Susan, kamu mau donut ini?" Susan dengan air mata yang
berlinangan di pipinya mulai menangis. "Dr Christianson, mengapa saya
tidak boleh membantunya? "

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "Tidak, Steve
harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia
bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk
mendapat donut itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau  tidak.
Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang
telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan
saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan
football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya
memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke
pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi
kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan
donut?" Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang
terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan.
Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan
lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke
kelas dan berkata, "Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di
atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia
menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak
di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama
sekali tidak kita jamah."

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun
sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. "Engkau sudah berbuat
dengan baik, hambaku yang baik dan setia," kata professor dan ia
menambahkan, "Tidak semua khotbah disampaikan dengan  kata-kata."
Berpaling kepada kelas, profesor berkata, "Harapan saya adalah kalian
dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia
dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus
Kristus. Allah tidak menyayangkan putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan
dia untuk kita semua. Apakah kita memilih untuk menerima menolak
karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar
."

"Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan
meninggalkan hadiah itu di atas meja?"

Kejenuhan

Percaya atau nggak, gue baru selesai cuti.

Tapi…gue merasa jenuh. Merasa gak cocok kerja disini, gak cocok dengan lingkungan seperti ini.

It is wrong to feel guilty to go home on time (even when you’ve worked for 8 hours). It is wrong to think to run away from this pressure.

Help me Lord to find back why i am here.

Memaafkan

Beberapa minggu ini, saya dilanda kekecewaan. Kekecewaan atas 2 hal. Orang dan keadaan.

Saya dikecewakan oleh mereka, karena ekspektasi saya berbeda dari yang akhirnya saya dapatkan. Saya merasa di nomor duakan, saya merasa tidak dianggap, saya merasa sendiri. Akhirnya…self-pity.

Sebagai orang sanguin (hehe), saya pun selalu menangis. Muka pun kelihatan jutek dan bete.

Sampai akhirnya nasihat dari tunangan menyadarkan saya. Jarak yang jauh membuat dia hanya menulis sms ke saya dengan bilang "sabar ya, berdoa ya". Saat itu saya tahu, sebenarnya dari awal, Tuhan kasih saya 2 pilihan. Tetap marah dan menyimpan amarah itu di dalam hati, atau berdoa, menyerahkan semua dan….maafkan.

Hari itu saya memilih yang kedua. Saya pergi ke tempat sepi dan berdoa. Seketika itu juga hati ini tenang. Bahkan gak cuma itu, Tuhan memulihkan pola pikir saya. Saya sadar semua yg menyebabkan saya kecewa adalah sesungguhnya keegoisan saya, untuk memaksakan semua yang saya inginkan terjadi. Saya lebih bisa memahami keadaan, saya lebih bisa memahami orang-orang di sekitar saya.

Memang benar Firman Tuhan yang berkata, damai sejahtera itu menguasai hati dan pikiran. Selama ini kan kalo yang namanya damai itu identik dengan keadaan hati. Tapi kalo dipelajari bahasa aslinya, damai sejahtera itu mengubah cara kita berpikir, cara kita memandang hidup, cara kita menjalani kehidupan ini. Hidup kita berdamai dengan Allah yang menentukan langkah hidup kita.

Alangkah indahnya hidup di dalam kasih Allah. Dia membawa kita semakin dalam menjalani hidup ini, semakin mengenal-Nya, dan semakin bijaksana menjalani hidup.

Maafkan keadaan dan orang-orang yang mengecewakan anda. Berdoa kepadaNya, dan lihat bagaimana Tuhan membuat segalanya jadi jauh lebih baik.

 

God bless you!emoticon

Give Thanks and Help Me

Gue lagi ada dalam keadaan dimana kehidupan sedang tidak berjalan sesuai keinginan. Ini karena satu hal : Pekerjaan.

Capekkk banget, tapi kerjaan seakan ga ada habisnya. Even masalah-masalah muncul di saat yang menurut gue paling buruk.

Through this experience, i admit i became even closer to God. Know that i never be alone..Know that God always by my side, and gives me strength to get through everything.

Tapi ,mempelajari poin di atas ngga mudah. Melalui peristiwa nangis meraung-raung karena hidup ditarik keluar dari comfort zone, dimarahin pacar karena banyak mengeluh, merasa kehilangan orientasi hidup karena hidupnya "dicuri" pekerjaan.

One thing i learn. Give Thanks to God.

His blessing will never have any ending.

  • Kalau setiap pagi masih bisa bangun, bahkan dengan semangat yang baru untuk bekerja lebih baik lagi..bukankah itu anugerah? Ketika banyak orang bangun dalam keadaan bersungut-sungut dan malas.
  • Ketika ada masalah, selalu ada orang yang menolong, pikiran cemerlang yang muncul, kesabaran dan ketekunan untuk menyelesaikan ..bukankah itu anugerah?

Dalam hidup ini, Tuhan cuma minta 2 hal dari kita :

– Bersyukur

– Meminta tolong

Dalam susah dan senang…ingatlah akan Tuhan Yesus. Kasih Setia, Pertolongan dan Kebaikannya itu yang kita butuhkan.

Kalau lagi banyak pekerjaan, ayo! usahakan tetap bersyukur dan  minta tolong sama Tuhan.

..Kesaksian Siapa Yesus Itu..

Dapat kiriman ini di milis.

Posted by flemming_panggabean17@yahoo.com for milis Oikumene UI

Karena bagus banget, langsung diposting..

God bless you.

Kesaksian tentang Siapakah Yesus?

  1. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang menyatakan diri-Nya Allah.
  2. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai pencipta alam semesta ini.
  3. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang menggenapi ratusan nubuat yang terinci mengenai kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya yang ajaib, yang dinubuatkan oleh Allah melalui para nabi-Nya berabad-abad sebelumnya.
  4. Kehidupan Yesus merupakan kehidupan yang paling didokumentasikan di dunia ini. Kedatangan-Nya memecahkan sejarah menjadi dua bagian - Sebelum Masehi dan Sesudah Masehi.
  5. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang mempunyai hidup yang sempurna dan ajaib. Ia menaati Allah, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan membebaskan orang yang dirasuki setan.
  6. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus sendiri yang diakui oleh setan sebagai Anak Allah.
  7. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang diadili dan disalibkan karena menolak menyangkal bahwa diri-Nya adalah Allah. Lebih-lebih Ia membuktikan diri-Nya sebagai Allah dengan bangkit secara tubuh dari kubur setelah mati selama tiga hari.
  8. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang menjanjikan untuk membangkitkan kamu juga dari antara orang mati dan menyediakan rumah bagimu di surga jika kamu percaya kepada-Nya.
  9. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang kembali ke surga di hadapan banyak saksi.
  10. Tidak ada pemimpin agama, kecuali Yesus yang mempunyai [pengikut banyak] tak terhingga yang memilih mati daripada menyangkal kenyataan Yesus sebagai Allah. Sepanjang sejarah orang-orang Kristen telah dirajam, disalibkan, dijadikan santapan singa, dibakar (orang dan gedung nya), dianiaya, dan tidak diakui karena iman mereka kepada Yesus, yang lebih berharga bagi mereka daripada hidup mereka sekalipun.
  11. Tidak ada pemimpin agama lain yang mempunyai kesaksian dari Allah sendiri, yang menyatakan bahwa Anak-Nya Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Allah dan surga.
  12. Hanya Yesus lah yang mengenal namamu dan mengasihimu sedemikian besarnya sehingga Ia menyerahkan hidup-Nya bagimu. Hanya Yesus lah yang dapat memperlihatkan tangan dan kaki-Nya yang berlubang bekas paku dan yang berdarah untuk menebus dosa-dosamu dan untuk membebaskanmu dari si Iblis.
  13. Di antara pendiri agama besar di dunia, hanya Yesus lah yang masih hidup untuk berbicara dan hidup denganmu. Ia ada di dalam hatimu.

 

[kata2 dalam kurung ini ditambahkan oleh chita]

Twisted Minds

[Roma 1:21]
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

Twisted Mind berarti pikiran yang terbolak-balik. Maknanya simple aja sebenarnya, yang benar jadi salah. yang merugikan jadi menguntungkan. yang memberitahu kebenaran jadi pembohong besar. Kenyataan di dunia ini membuktikan betapa banyaknya orang-orang yang pikirannya terbalik-balik.
Mau contoh? Lihat fakta-fakta berikut.
>> Guru di Medan yang mengungkapkan fakta kecurangan pada Ujian Nasional di sekolah-sekolah di sana malah dipecat dari jabatannya sebagai guru.

>> Hubungan pacaran sekarang banyak "melibatkan" free sex. Even banyak yang melakukannya "hanya untuk fun". Bahkan ada beberapa kalangan yang berpendapat jika tidak melakukannya, KAMU ANEH.

>>Fakta yang mengatakan "Membuang Sampah Menyebabkan Banjir" semua juga tau. tapi membuang sampah sembarangan tetap saja dilakukan. justru yang menyimpan sampah makanan di tasnya untuk dibuang di tempat sampah nantinya dianggap jorok.

ada lagi? Silakan ditambahkan sendiri ya..

Beberapa orang bilang, ini karena pengaruh Barat, budaya mereka diterima mentah-mentah oleh orang Indonesia. Beberapa lagi bilang, ini karena bobroknya moral bangsa. Sebagian lagi bilang karena adanya kemajuan jaman.
Buat saya, penyebabnya ada 2 saja kok. Iblis yang mempengaruhi pikiran manusia dan manusia yang sudah tidak mengutamakan Tuhan lagi dalam hidupnya. Masalah Iblis tidak akan dibahas, karena memang "tugas"-nya si Iblis untuk membuat manusia semakin jauh dari Tuhan kan? Kita ga bisa merubah itu. Bagian manusianya yang bisa kita pelajari untuk diubah.

Manusia menjalani hidupnya dengan dipengaruhi beberapa hal: tujuan hidupnya, caranya memberi nilai kepada dirinya sendiri, dan caranya menerima pandangan orang lain. Saya coba bahas satu-satu, semuanya dalam IMHO (In My Humble Opinion)..sejauh kedewasaan rohani saya mengerti.

Tujuan Hidup Manusia
Terdengarnya mungkin sangat klise. Tapi kalau ditanyakan ke anda, bisakah anda menjawabnya dalam 1 kalimat, dengan nada yang pasti? Tidak semua bisa menjawab. Ada yang menjawab "Untuk bahagia", ada juga yang menjawab "Buat orang tua bangga sama aku". Banyak juga yang menjawab "Wah nggak tau deh, jalanin aja lah hidup ini seperti air". Tahukah anda, begitu kuatnya pengaruh tujuan hidup kita terhadap cara kita menjalani hidup?
Let me give you an example. Simple but proven. Misalnya, ada satu orang yang memiliki tujuan hidup untuk menjadi KAYA. Dengan tujuan ini, jelas banget apapun yang dia lakukan, sadar atau tidak sadar, adalah untuk menjadi kaya. Contoh nyatanya ada dalam sebuah sharing konsultasi di sebuah majalah wanita.Kisah nyata lho (kecuali majalahnya yg mengarang ya ). Ceritanya begini. Ada seorang suami, sebut saja A. Si A ini memiliki impian untuk menjadi kaya. Dia ingin berhenti bekerja pada usia 40 tahun dan kemudian menjadi pengusaha kaya. Untuk mendapatkan modal yang cukup, harus menabung dong? Nah,saat dia mendapatkan beasiswa S2 keluar negeri, dia berhemat secara luar biasa sehingga bisa menabung banyak uang. Begitu juga setelah bekerja, gajinya sebagian besar ditabung. Apakah sampai sini terdengar ada masalah? Nggak ya. Namun masalah timbul ketika dia menikah. Istrinya adalah typical cewek sejati. Sukanya ke salon, shopping, kumpul dengan gengnya di mall. Semuanya dilakukan menggunakan gajinya sendiri, dan tidak berlebihan. Namun, menurut suaminya itu sudah keterlaluan. Setiap bulan, istrinya selalu beli baju baru, sang suami bilang "saya aja yang gajinya 10x lipat beli baju 3 bulan sekali". Akibatnya, si A memberikan peraturan kepada istrinya. Setiap pengeluaran, baik itu makan siang, beli bensin, beli bakso di sore hari harus ada kwitansinya. Setiap malam akan di-review. Jika ada pengeluaran yang menurut si A boros, maka sang istri dimarahi habis-habisan. Sang istri pun merasa dia ditekan, tidak diberi kebebasan untuk mengatur kehidupannya sendiri. Ujung-ujungnya, sang istri banyak melakukan "selingkuh uang". Beli tas tapi ga ngaku beli, ngakunya dioleh-olehin. Uang buat beli tas dibuat kwitansinya seakan-akan untuk beli bensin. Si A demi tujuannya tega untuk menyakiti hati sang istri. Apapun dia lakukan untuk mewujudkan tujuannya itu.


Dalam sebuah ayat Alkitab (Roma 4:18) dikatakan begini :Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan
Tujuan hidup yang termulia bagi manusia adalah Hidup Untuk Tuhan. Singkat, padat, jelas. Kenapa? Yah, sebenarnya tidak perlu dipertanyakan. Kita pakai analogi sbb: manusia menciptakan gelas untuk apa? untuk membantu manusia minum. Manusia menciptakan komputer untuk apa? untuk membantu manusia kerja. Kalau pertanyaannya dibalik, dan ditanyakan ke si gelas atau si komputer. "Komputer, kamu ada buat apa?" … maka dia akan menjawab "Buat manusia. supaya kerjanya lebih gampang". So kalau ditanya "Manusia, kamu ada buat apa?", jawabnya? "Buat Tuhan, supaya Tuhan senang". So simple. Kita belum membahas tentang kasih Tuhan, kebaikan hatiNya yang mengangkat kita dari lumpur dosa. Kita bicara mengenai wahyu umum "Tuhan menciptakan manusia dan alam semesta". Dari sini saja, kita bisa mengambil kesimpulan, memang seharusnya manusia diciptakan untuk hidup bagi Tuhan, Sang Pencipta. Apalagi kalau kita merenungkan dengan sungguh kasihNya yang luarrr biasa. Semakin mantap saja saya mengatakan, hidup kita adalah untuk Tuhan.

Menilai Diri Sendiri
[Mazmur 8:4-7]
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.  Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

Bila ayat ini sudah pernah anda baca sebelumnya, silakan baca ulang sekali lagi. Jiwai sungguh-sungguh kalimat Daud ini. Pernah baca artikel tentang perbandingan bumi dengan alam semesta? Yang salah satu gambarnya membandingkan planet Jupiter , Venus, dll dengan planet bumi? Di artikel itu, digambarkan bumi di tengah alam semesta sbb:Perbandingan Bumi di Tengah Alam Semesta

Bumi saja bila dibandingkan dengan planet Jupiter sudah kecil banget, terus bagaimana yah ukuran manusia? Yesaya 40 menggambarkannya dengan sangat tepat.

[Yesaya 40:15]

Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

Namun, apa yang Tuhan katakan tentang manusia yang kecil seperti debu?

[Yes 43:4] Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Kita berharga di mata Tuhan! Banyak orang berpikir bahwa dirinya tidak sepenting orang lain. Banyak orang berpikir bahwa hidupnya tidak berarti. Let me tell you this. Hidup kita masing-masing berharga. Tuhan mengasihi kita lebih dalam, lebih luas dan lebih kuat daripada yang kita pahami. Jika anda berpikir bahwa tidak ada yang mencintai anda, anda salah. Tuhan mencintai anda. Jika anda memiliki orang yang sangat mencintai anda, well, God loves you so much more than him/her!. Buktinya? Dia mengorbankan hidupNya buat anda. Kalimat di buku Purpose Driven Life sangat bagus menggambarkannya. If you feel insignificant about yourself, take a look to the cross, and see how God stretched His hands and said, "this is what I do for you. I’d rather die than to live without you". So true. Tuhan mencintai anda dan memberikan apa saja supaya bisa hidup bersama-sama dengan anda di kekekalan.

Orang yang melihat hidupnya bukan dari sudut pandang ini seringkali jatuh pada ekstrem memuaskan diri sendiri. Caranya bukan hanya bersenang-senang, terkadang juga memandang diri rendah sehingga tidak layak untuk mendapatkan apapun. Menyadari Tuhan mengasihi kita menolong kita mempunyai cermin objektif atas diri kita sendiri. Kita adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan namun di satu sisi kita juga adalah pribadi yang berdosa. Hanya anugerah Tuhan yang melayakkan kita hidup mengenal Dia, hidup dalam rencanaNya yang indah. Ketika kita menyadari hidup adalah anugerah, maka tidak ada lagi iri hati, self-pity, keangkuhan, minder, dll. Yang ada hanya hidup yang berlandaskan ucapan syukur. Ucapan syukur menghasilkan hidup yang tidak egois. Tidak berorientasi pada hal-hal yang memuaskan diri sendiri. Maka contoh poin-poin di atas pasti tidak akan dilakukan, karena sebenarnya poin-poin di atas itu adalah cermin pribadi yang egois.

Menilai Pandangan Orang Lain Terhadap Diri Sendiri

Manusia adalah makhluk sosial. Tidak mungkin hidup sendiri. Setuju. Resiko hidup dalam masyarakat majemuk dengan sudut pandang berbeda-beda mengakibatkan perbedaan standar, pola pikir, dan prioritas. Ada lingkungan yang mendahulukan penampilan daripada isi otak. Ada lingkungan yang sebaliknya. Pernah dengar istilah "peer-pressure" ? Tekanan dari teman sebaya. Hoo, banyak yang bilang pengaruh teman paling kuat adalah saat ABG. Menurut saya nggak ah, peer-pressure tetap hadir bertahun-tahun setelah usia ABG saya. Peer-pressure bisa muncul karena natur manusia yang kepengen diterima di lingkungannya. Menjadi orang yang terasing adalah mimpi buruk buat banyak orang (karena ternyata ga semua bisa merasa terintimidasi dengan keadaan ini).

Contoh klasik dari hal ini ada di kaum laki-laki. Tentang merokok. Pada masa-masa SMP/SMA dulu, seringkali muncul stigma kalau laki-laki yang tidak merokok itu tidak jantan. Hasilnya? Orang-orang yang kalah dengan peer-pressure ini memilih untuk merokok. Hanya untuk membuktikan bahwa dia jantan. Well, buat saya, it’s stupid. Namun sangat bisa dipahami. Kalau kita tidak bisa melihat diri kita sebagai mana Tuhan melihat diri kita, kita akan jatuh dalam standar penilaian orang lain. Akibatnya, hidup kita labil, sulit untuk bersyukur, sulit untuk mencintai kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Tapi kalau kita sadar siapa diri kita, apa jati diri kita…maka kita ga akan hidup untuk menyamai standar dunia yang berubah-ubah ini.

Twisted Mind menghasilkan pribadi yang egois. Pribadi yang mengikuti kemauan dirinya sendiri. Pada saat keadaan baik datang, twisted-mind people bisa melihatnya sebagai keberuntungan, atau keberhasilan diri sendiri. Pada saat keadaan buruk datang, twisted-mind people bisa melihatnya sebagai kesialan, atau kegagalan diri yang harus disesali. Sesungguhnya hidup kita harusnya berorientasi kepada Tuhan. Keadaan baik atau buruk terjadi karena kehendakNya. Maka hidup ini harus dijalani dengan bersyukur, iman, dan pengharapan akan penyertaan Tuhan dalam hidup. Hidup dijalani untuk menyenangkan Dia. Bukan diri sendiri. Bukan orang lain.

[Efesus 4:21-24]

Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

[Yer 29:11]

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Pembaharuan pikiran dari Allah kita dapatkan ketika kita menerima Tuhan dan bersedia diproses olehNya. Memiliki pikiran yang mengutamakan Allah membawa hidup kita sejalan dengan kehendakNya. Hidup yang sesuai dengan kehendak dan rencanaNya sesungguhnya adalah hidup dalam rancangan damai sejahtera. So, fix our mind and live only for God.

God bless you.